Jumat, 25 Januari 2013

The history of shadow puppet (Wayang Kulit)



Wayang Kulit

Sob, kali ini Saya akan Membahas seputar tentang Wayang Kulit (Shadow puppet from indonesia)
Teater wayang kulit tersebar di beberapa negara di seluruh dunia. Namun yang pasti Indonesia adalah tempat di mana tradisi ini bentuk pertunjukan masih yang paling populer dan hidup terutama di pulau Bali dan di wilayah Jawa Tengah.Wayang Kulit di Jawa Tengah merupakan salah satu tradisi tertua terus menerus bercerita tentang epic - epic, mitos, legenda di berbagai belahan dunia, dan tentu saja salah satu tradisi yang paling yang sangat maju.

Wayang adalah boneka datar atau 2 dimensi yang digunakan untuk pertunjukkan wayang di Indonesia . wayang kulit adalah Boneka datar dan dibuat dengan kulit kerbau sob. Mereka dimanipulasi di balik layar putih dengan lampu belakang, sehingga kehadiran dapat melihat mereka sebagai wayang kulit. Sebuah kinerja wayang juga merupakan tempat yang tepat untuk mendengarkan orkestra Gamelan yang selalu datang bersama dengan bermain sebagai musik pengiring dari acara tersebut.
 
Wayang kulit terintegrasi dengan baik dalam masyarakat Jawa, dan itu dianggap sebagai puncak kebudayaan Jawa.Wayang Kulit dalam bentuk kuno seni pertunjukan dan tentunya sudah didirikan di Jawa Timur kerajaan sekitar seribu tahun yang lalu. Sob pemain wayang kulit disebut dengan Dalang.



Indonesia Girls
Dalang memanipulasi wayang, dengan bernyanyi dan menepuk dengan suara yang berbeda - beda dari suara setiap karakter yang dimainkannya dalam orkestra. ia harus mampu membuat rasa manis malu dalam suara seorang putri, merengek dengki dari antek dan kemarahan yang benar namun terkendali dari pahlawan dalam cerita wayang.
Sobat, Tentunya tidak semua orang bisa menjadi seorang dalang. Seorang dalang adalah orang yang paling luar biasa dan berkharisma. Pertama-tama, ia adalah seorang penghibur publik. Untuk menghibur sejumlah besar orang bukanlah hal yang mudah. Dia harus kuatsecara fisik kuat dan sehat, jika tidak dia tidak akan mampu berdiri ketegangan. Bayangkan Sob, dia duduk bersila selama sembilan jam berturut-turut. Dia bahkan tidak bisa memiliki mengedipkan mata tidur. Dia tidak bisa bangun dari tempat duduknya sampai jam enam pagi keesokan harinya. Dia juga harus menyerang kechrek (mainan) dengan kaki kanannya hampir terus-menerus. Dia menangani wayang dengan kedua tangan, meniru suara yang berbeda mereka, menceritakan lelucon pada saat yang tepat, dan bahkan menyanyikan setiap sekarang dan kemudian. Selain itu, ia mengontrol musisi tanpa ada di antara penonton yang pernah menyadarinya.
 Dalang Wayang Performance B&W
Dalang juga komentator sosial. Biasanya ketika melakukan perjalanan Dalang tiba di tempat di mana dirinya untuk tampil, dia akan membuat studi apa yang ada di pikiran orang. Itu mungkin, misalnya, menjadi pemerintah langkah-langkah yang orang menemukan sulit untuk menerima. Selama kinerja, Dalang akan menggunakan pànàkawan, para pelayan yang membuat komentar lucu, untuk menyuarakan kritik yang penonton akan berhubungan dengan. Menurut tradisi, Dalang tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas apa yang dikatakan dalam penampilannya. Dalam masyarakat feodal salah satu peran utama Dalang adalah menjadi penyambung lidah rakyat. Kekebalan ritual Nya itu melindunginya. Namun sebagian besar waktu Dalang itu diplomatik dalam cara mereka mengatakan sesuatu, yang adalah bagaimana kebanyakan orang Jawa berperilaku.
Sobat, demikian penjelasan dari saya mengenai seputar wayang. dan sebagai generasi penerus bangsa mari kita jaga dan lestarikan budaya kita untuk anak cucu kita agar mereka tahu, indahnya budaya kita Indonesia.
Source: 
>> http://discover-indo.tierranet.com/wayang.htm
Read More

Kamis, 24 Januari 2013

The history of batik


 Batik Indramayu Dara kipu

image Source From:

Sob Siapa yang Tahu Batik? ya kita tentu tahu itu.

Sejarah Batik Indonesia

Batik Adalah warisan nenek moyang kita yang harus kita lestarikan untuk anak cucu kita, dulu kita membatik bertujuan untuk pendidikan ya membatik itu membuat kita menjadi Ulet, teliti, dan disiplin tinggi. dan sekarang tentunya kita tahu bahwa batik bertujuan untuk berdagang. hiasan, baju dengan kualitas yang tidak kalah hebat dengan Budaya yang lain dan tentunya telah menjadi kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.
 
Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak
abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.



Sobat saya akan membahas tentang batik menurut diberbagai SUMBER ini dia sob,



Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.


Proses pembuatan batik

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

ZAMAN MAJAPAHIT

Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung yang adalah riwayat pembatikan didaerah ini, dapat diambil dari peninggalan masa kejayaan kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulung agung dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, yang tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit. Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di kwali, mojosari,dan daerah-daerah di sekitarnya. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang.

Ciri khas dari batik dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar pesat didaerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipengaruhi corak batik Solo dan Yogyakarta.
Didalam berkecamuknya tentara kolonial Belanda dengan tentara bala pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian tentara bala pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke timur dan sampai sekarang daerah itu bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya Uirun-temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.
Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-XIX. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Sala yang menetap didaerah Sembung.


Proses pembuatan Batik


Sobat, secara umum proses pembuatan batik melalui 3 tahapan yaitu pewarnaan, pemberian malam (lilin) pada kain dan pelepasan lilin dari kain.

Kain putih yang akan dibatik dapat diberi warna dasar sesuai selera kita atau tetap berwarna putih sebelum kemudian di beri malam. Proses pemberian malam ini dapat menggunakan proses batik tulis dengan canting tangan atau dengan proses cap. Pada bagian kain yang diberi malam maka proses pewarnaan pada batik tidak dapat masuk karena tertutup oleh malam (wax resist). Setelah diberi malam, batik dicelup dengan warna. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan beberapa kali sesuai keinginan, berapa warna yang diinginkan.

Jika proses pewarnaan dan pemberian malam selesai maka malam dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik yang telah jadi direbus hingga malam menjadi leleh dan terlepas dari air. Proses perebusan ini dilakukan dua kali, yang terakhir dengan larutan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan. Setelah perebusan selesai, batik direndam air dingin dan dijemur.


Source:
Read More

Rabu, 23 Januari 2013

The history of Rubber

Hai Sob, Setiap hari dan dimana-mana kita ketemu atau menggunakan karet, Mulai dari alat-alat pribadi maupun transportasi.Bahan karet yang kita gunakan ini ada dua macam yaitu, karet sintetis & karet alam.
Karet alam berasal dari tanaman karet (Havea brasilienss) yang diambil getahnya.  Apakah Sobat sudah tau sejarah penemuan karet pertama kali?   kasih tau gak ya.. Ok lah langsung saja.
Karet sebenarnya sudah ditemukan oleh suku indian dan dikembangkan oleh seseorang yang melihat dari hasil karet tersebut, siapakah beliau?…… hehe ya benar sekali yaitu penemu benua Amerika Christopher Columbus.


Sob, Sejarah karet bermula ketika Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada 1476. saat itu, Columbus tercengang melihat orang-orang Indian bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang dapat melantun bila dijatuhkan ketanah. Bola tersebut terbuat dari campuran akar, kayu, dan rumput yang dicampur dengan suatu bahan (lateks) kemudian dipanaskan diatas unggun dan dibulatkan seperti bola.

 

Pada 1731, para ilmuwan mulai tertarik untuk menyelidiki bahan tersebut. seorang ahli dari Perancis bernama Fresnau melaporkan bahwa banyak tanaman yang dapat menghasilkan lateks atau karet, diantaranya dari jenis Havea brasilienss yang tumbuh di hutan Amazon di Brazil. Saat ini tanaman tersebut menjadi tanaman penghasil karet utama, dan sudah dibudidayakan di Asia Tenggara yang menjadi penghasil karet utama di dunia saat ini ya terutama INDONESIA hehehe.

Perkembangan Karet
Seorang ahli kimia dari Iggris pada tahun 1770 melaporkan bahwa, karet dapat digunakan untuk menghapus tulisan dari pensil. sejak 1775 karet mulai digunakan sebagai bahan penghapus tulisan pensil, dan jadilah karet itu di Inggris disebut dengan nama Rubber (dari kata to rub, yg artinya menghapus), sebelumnya remah roti biasa digunakan orang untuk menghapus tulisan pensil. Pada dasarnya, nama ilmiah yang diberikan untuk benda yang elastis (menyerupai karet) ialah elastomer, tetapi sebutan rubber-lah lebih populer di kalangan masyarakat awam.
 

Barang-barang karet yang diproduksi waktu itu selalu menjadi kaku di musim dingin dan lengket dimusim panas, sampai seorang yang bernama Charles Goodyear yang melakukan penelitian pada 1838 menemukan bahwa, dengan dicampurkannya belerang dan dipanaskan maka keret tersebut menjadi elastis dan tidak terpengaruh lagi oleh cuaca. sebenarnya pencampuran belerang ini terjadi atas ke teledoran goodyear, yang menyebabkan beberapa belerang tumpah ke dalam kuali tempat ia akan membuat karet. Sebagian besar ilmuwan sepakat untuk menetapkan Charles Goodyear sebagai penemu proses vulkanisasi. Penemuan besar proses vulkanisasi ini akhirnya dapat disebut sebagai awal dari perkembangan industri karet.
Pada waktu pendudukan jepang di Asia Tenggara dalam WWII, persediaan karet alam di negara sekutu menjadi kritis dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa bulan. Pemerintah Amerika mendorong penelitian dan produksi untuk menghasilkan karet sintetik untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Usaha besar ini membuahkan hasil dalam waktu singkat dan terus berkembang sesudah WWII berakhir pada 1945. Dalam jangka waktu 3 tahun sesudah berakhirnya WWII, sepertiga karet yag dikonsumsioleh dunia adalah karet sintetik. Pada 1983, hampir 4 juta ton karet alam dikonsumsi oleh dunia, sebaliknya, karet sintetik yang digunakan sudah melebihi 8 juta ton dan terus bertambah hingga sekarang.
Nah Sob demikian sejarah penemuan dan perkembangan karet di dunia….

Source: www.sumantry.com
Read More

The history of paper




Sob, Di dunia ini ada banyak penemuan penemuan yang merubah hidup kita sekarang ini, sementara kita hanya bisa menikmati penemuan yang sudah ada, para penemu penemu tersebut telah berusaha keras sehingga dapat menemukan penemuan penemuan yang dapat merubah dunia.

Salah satu penemuan yang telah mengubah dunia adalah..

Kertas..

Ya tanpa kertas manusia harus berfikir 100 kali untuk mencari penggantinya, kita sebagai generasi manusia saat ini sob sangat beruntung karena kita tinggal menikmati apa yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh nenek moyang kita. oleh karena itu kita harus Kreatif dalam kehidupan sehari - hari untuk terus BERKARYA.


Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai ke kerajaan Romawi di Laut Tengah dan akhirnya menyebar ke seantero Eropa Sob, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban China yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga dizaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.


Ts’ai Lun 101 M


 

Penemu bahan kertas Ts'ai Lun besar kemungkinan sebuah nama yang asing kedengaran di kuping pembaca. Menimbang betapa penting penemuannya, amatlah mengherankan orang-orang Barat meremehkannya begitu saja. Tidak sedikit ensiklopedia besar tak mencantumkan namanya barang sepatah pun. Ini sungguh keterlaluan. Ditilik dari sudut arti penting kegunaan kertas amat langkanya Ts'ai Lun disebut-sebut bisa menimbulkan sangkaan jangan-jangan Ts'ai Lun sebuah figur tak menentu dan tidak bisa dipercaya ada atau tidaknya. Tetapi, penyelidikan seksama membuktikan dengan mutlak jelas bahwa Ts'ai Lun itu benar-benar ada dan bukan sejenis jin dalam dongeng.
Dia seorang pegawai negeri pada pengadilan kerajaan yang di tahun 105 M mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti. Catatan Cina tentang penemuan Ts'ai Lun ini (terdapat dalam penulisan sejarah resmi dinasti Han) sepenuhnya terus terang dan dapat dipercaya, tanpa sedikit pun ada bau-bau magi atau dongeng. Orang-orang Cina senantiasa menghubungkan nama Ts'ai Lun dengan penemu kertas dan namanya tersohor di seluruh Cina.
Tak banyak yang dapat diketahui perihal kehidupan Ts'ai Lun, kecuali ada menyebut dia itu orang kebirian. Tercatat pula kaisar teramat girang dengan penemuan Ts'ai Lun, dan ia membuatnya naik pangkat, dapat gelar kebangsawanan dan dengan sendirinya jadi cukong. Tetapi, belakangan dia terlibat dalam komplotan anti istana yang menyeret ke kejatuhannya. Catatan-catatan Cina menyebut --sesudah dia disepak-- Ts'ai Lun mandi bersih-bersih, mengenakan gaunnya yang terindah, lantas meneguk racun.




Penggunaan kertas meluas di seluruh Cina pada abad ke-2, dan dalam beberapa abad saja Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia. Lama sekali Cina merahasiakan cara pembikinan kertas ini. Di tahun 751, apa lacur, beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas sudah diprodusir di Baghdad dan Sarmarkand. Teknik pembikinan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini. Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan sesudah Gutenberg menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kedudukan kulit kambing sebagai sarana tulis-menulis di Barat.
Kini penggunaan kertas begitu umumnya sehingga tak seorang pun sanggup membayangkan bagaimana bentuk dunia tanpa kertas.
Di Cina sebelum penemuan Ts'ai Lun umumnya buku dibuat dari bambu. Keruan saja buku macam itu terlampau berat dan kikuk. Memang ada juga buku yang dibuat dari sutera tetapi harganya amat mahal buat umum. Sedangkan di Barat --sebelum ada kertas-- buku ditulis di atas kulit kambing atau lembu. Material ini sebagai pengganti papyrus yang digemari oleh orang-orang Yunani, Romawi dan Mesir. Baik kulit maupun papyrus bukan saja termasuk barang langka tetapi juga harga sulit terjangkau.



Demikian saya tunjukan pembuatan kertas dengan cara Tradisional Sob, tolong disimak baik - baik ya.

1. Memotong bambu dari rumpunnya


2. Merendam bambu dalam air


3. Memotong bambu kecil-kecil



4. Melumat potongan bambu
 -----------------------------------
5. Menyaring bubur bambu


6. Pencampuran dengan kapur



7. Pembentukan pulp-kertas


8. Pengeringan





9. Penghalusan

10. Pewarnaan lembaran kertas

                                                             
                         
11. Penjilidan

Nah sob setelah saya menunjukan Tentang kertas mari kita lestarikan dan menghemat akan kertas, karena kertas sangat berguna bagi kita.

saya akan Menyebutkan Fungsi kertas dalam kehidupan kita:

>>Menulis
>>Menggambar
>>Berkomunikasi(surat Menyurat)
>>Memberikan informasi
>>dan sebagainya

dan itu masih banyak lagi. Terimakasih sob.



Source :  
>>(Denny Y.F. Nasution, PR 300807)***
Read More